Rabu, 04 April 2012

Kisah Al-Qomah

Al-Qomah seseorang yang ta'at beribadah, suatu ketika Al-Qomah sakit yang sangat parah, istrinya Al-Qomah mengutus sesorang agar memberitahu Nabi bahwa Al-Qomah dalam keadaan sakaratul maut, agar Nabi mengajari lafadz Lailaha Illallah. Nabi yang mendapat laporan tersebut, mengutus Amar, Bilal, dan Shuhaib. Nabi berkata pada tiga orang tersebut "Sesampaimu di sana ajari (tuntun) lafadz Lailaha Illallah".

Ketiganya lalu datang pada Al Qomah dan mereka berbuat seperti perintah Nabi, tapi betapa terkejutnya mereka, lisan Al Qomah seperti terkunci tak kuasa mengucapkan lafadz tersebut.

Lalu ketiganya melaporkan kepada Rasullallah. Nabi merasa heran dengan kejadian itu padahal Al Qomah seorang ahli ibadah. Nabi menanyakan "Apakah Al Qomah masih mempunyai orang tua yang masih hidup?", mereka menjawab "masih yaitu seorang ibu yang sangat tua".

Dengan bergegas Nabi mendatangi ibunya Al Qomah "Hai umu Al Qomah berterus teranglah kepadaku, jika kamu berdusta, Allah akan menurunkan wahyu padaku, aku heran dengan keadaan anakmu (Al Qomah) ?"

Ibunya menjawab "Ya Rasullallah, bukanlah Al Qomah seorang yang ahli sholat, ahli puasa....!" Nabi menyela omongan umu Al Qomah "itu semua memang benar, tetapi ada sesuatu yang tidak beres?".

"Ya Rasulallah memang aku marah pada Al Qomah, karena dia lebih mencintai / menyayangi istrinya dan menyia-nyiakan (menentang) aku"

Nbi bersabda "Kemarahan umu Al Qomah membuat lisan Al Qomah tidak bisa mengucapkan Syahadat". Nabi melanjutkan sabdanya "Hai Bilal sekarang kumpulkan kayu, kumpulkan kayu bakar sebanyak-banyaknya".

Umu Al Qomah melihat Bilal mengumpulkan kayu bakar, Umu Al Qomah bertanya "Ya Rasulallah kayu bakar itu untuk apa?" Nabi menjawab "Untuk membakar Al Qomah".

"Ya Rasulallah, hatiku tidak tega melihat Al Qomah dibakar didepan mataku".

Nabi berkata pada umu Al Qomah "Ketahuilah siksa neraka lebih berat dan lebih kekal. Jika kamu senang anakmu (Al Qomah) diampuni Allah maka maafkan dan ridhoilah. Sebab demi Allah semua amalan sholat, puasa, sedekah tidak ada manfaatnya selagi kamu masih marah padanya".

Akhirnya luluh hati umu Al Qomah " Aku menyaksikan kepada Allah, malaikat, dan orang-orang muslimim yangada di sini, bahwa aku memaafkan dan meridhoi Al Qomah". Dengan lega Nabi memerintahkan Bilal agar melihat Al Qomah, apakah Al Qomah sudah bisa mengucapkan Syahadat. Dengan bergegas Bilal masuk dan menyaksikan bahwa Al Qomah bisa mengucapkan Syahadat dan Al Qomah meninggal setelah mengucapkan Syahadat, setelah dikubur Rasulallah berdiri di pinggir kubur Al Qomah dan bersabda :

"Ya orang orang muhajir dan Anshor, barang siapa yang mengutamakan istrinya dan mengabaikan ibunya, maka berat laknat Allah, malaikat, dan manusia semua. Allah tidak menerima ibadah wajib dan sunnahnya, kecuali dia bertaubat kepada Allah Yang Maha Agung lagi Luhur dan berbuat baik serta mencari ridho ibu. Ridho Allah Yang Maha Agung lagi Luhur di dalam ridho ibu dab murka Allah Yang Agung sesebutannya di dalam murka ibu".***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar